Senin, 25 Juni 2012

Jadwal Pelajaran Bangkit dan Galau





telah ku restart ulang kisah kita, namun virus-virus dari folder masa lalu tetap tak terhapus...
memori lama senyuman kitalah format indahnya
Itu adalah sedikit cuplikan mengenai entri kali ini. Yap! Mari buat asmara kita jatuh-bangun di postingan ini bersama-sama!! Tapi kali ini "Bangkit dan Galau"-nya agak sedikit spesial karena mengatasnamakan pelajaran-pelajaran di masa SMA.

Demi mengenang pelajaran-pelajaran yang selalu menemani kisah akademik gue selama dua belas tahun ini, maka dengan bangga gue persembahkan kalimat-kalimat pembius dan pelumat cinta ala Khaerul Anam. No! Ini bukan hanya tentang galau. Ada beberapa kalimat juga yang menjadi penyemangat dan mungkin bisa dijadiin puisi cinta buat si Doi. Nghehehehehe...





cinta itu diferensial: dari mata turun ke hati, tidak ada persamaan...
yang ku tahu hanyalah perbedaan dimensi antara diriku dan dirinya
Ide unik ini muncul ketika gue lagi melaksanakan Ujian Akhir Semester 5 awal Desember tahun lalu. Saat itu, UAS ini sangat berarti karena menentukan apakah gue akan ikut SNMPTN Undangan atau tidak.




gravitasimu menarik induksi hatiku, tapi kusadar reaksiku berbanding terbalik dengan resultan egoismu...
aku hanyalah kompas tanpa medan
Setiap malam gue belajar dan belajar, alhasil otak gue jadi penuh dan konslet. Penuh akan rumus-rumus dan hafalan serta konslet yang gak bisa membedakan antara bocah baru lahir dan mumi Mesir.




ideologimu membentur pasal hatiku, sistem perasaanmu sudah krisis multidimensi...
akibatnya, aku menjadi warga yang individual lagi
Akhirnya daripada otak gue keburu meledak, gue langsung buka akun twitter gue: @khaerulanam buat menyalurkan ide ini.




larutkan hati dan harapan ini menjadi senyawa yang mereduksi kebencian...
tak ada valensi dendam, yang ku tahu hanyalah unsur kebahagiaan
Gue twit satu per satu kalimat-kalimat berbau cinta (kadang baunya busuk dan kadang tidak) ini ke jajaran Timeline malam itu.




cinta mereka terukir di riwayat dunia dan lebih panas dari 10 november...
kini sirna layak majapahit, menjadi kesendirian yang otoriter
Ternyata sukses! Banyak temen-temen gue (khusunya cewek) yang me-Retweet kalimat-kalimat romantik nan galau ini.




hatimu adalah organku, kasihmu adalah refleksku..
tapi sel-sel kebencianmu terus bereproduksi hingga bersintesis menjadi kepalsuan
Saat itu gue jadi merasa agak keren karena berhasil mengombang-ambingkan hati para kaum ABG labil itu. Nghahaha lebay...




berlari dan melompat di arena hatimu, lalu ku oper tongkat estafet cinta ini, namun kau mengelaknya..
jasmani ini tak kuat lagi
Bodohnya, gue jadi lupa kalo gue harus belajar buat UAS. Sinyal lancar dan twit-twit gila ini yang membuat gue mengacuhkan buku-buku pelajaran yang jelas terpampang di depan mata gue.




rasa ini abstrak tak berkanvas, hanya sebuah pusaka artistik yang terbuang..
tiba-tiba ada warna yang tergores lagi melalui kuas harapan
Walaupun pada akhirnya gue harus serabutan ngerjain soal UAS-nya karena gak maksimal banget semalem belajarnya, tapi gue sangat menikmati momen tersebut.




daftar pustaka hati ini sudah di klimaksnya..
aku tak hiperbola, aku hanya seorang ironi yang ingin memiliki pikiran utama, yaitu kamu
Yaa seperti itulah. Walaupun kata-katanya gak seindah masterpiece dari Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bachri atau WS Rendra, tapi ini adalah karya maya kebanggaan gue. Dan akan tetap begitu...

Ada yang mau menambahkan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar