Selasa, 07 Agustus 2012

R460TIS ― Sebuah Nama Sebuah Bencana

Di Postingan kali ini gue bakal membahas dan mengenang sekaligus memperkenalkan sekawanan orang-orang autis dalam satu tim (Bukan!! Bukan Boyband) yang keberadaannya tidak boleh dicontoh oleh anak-anak yang baru lahir.

Ialah R460TIS (Baca: Ragotis) Gue tau nama itu sangat-sangat-sangatlah alay (Kata tabu manusia modern jaman sekarang). Tapi percayalah, ada makna dibalik nama itu. Yap! Sebuah nama sebuah bencana. Beranggotakan empat orang yang salah satunya adalah gue. Tim inilah yang memperkenalkan gue (Yang waktu itu masih SMP) kepada dunia yang Random ini.



Setelah vakum selama 40 hari (Agak horor ya) akhirnya gue bisa menulis lagi di Blog yang usang ini. Setelah mendapatkan waktu free sampai Lebaran, langsung gue manfaatin untuk mengejar setoran postingan yang ketinggalan jauh.

Oke balik ke postingan ini lagi. Seperti yang gue bilang tadi. Tim R460TIS (Ribet juga ya ngetiknya) ini terdiri dari empat orang. Tim ini dibentuk waktu gue kelas 2 SMP. Berikut gue perkenalkan dulu anggota abadinya.

ROBBIE Prakasa

Makhluk radikal ini sudah pernah gue bahas di postingan Jogja Erat Demonstrandum. Ya, sial memang gue habis tiga tahun di SMP, ketemu lagi tiga tahun di SMA. Tapi gue sangat menikmati enam tahun gila itu kok. Makhluk ini secara tidak tertulis adalah "ketua" dari R460TIS. Mungkin karena jakun di tenggorokannya yang tumbuh terlalu cepet makanya jadi keliatan tua dan dialah yang dipilih. Di balik tampang mesum dan kopongnya itu, si Doi adalah pembicara yang berkarismatik. Wajar dia jadi favorit calon Ketua Kelas, dan juga calon Security. Yang cuma gue bisa inget dari dia selain selangkangannya yang lebar adalah lawakan khas-nya yang gak pernah mati tertelan waktu. Berani uji nyali gak ketawa kalo dia lagi ngelawak?

OGGY Tresna

Bocah yang mengedepankan masalah style ini adalah Divisi Pergaulan tim gue. Walaupun tingkahnya agak-agak "kemayu" tapi dia itu kalo lagi ngeden lebih keliatan jantan. Gue aja kalah! Waktu masih SMP, si Oggy ini terkenal akan fanatisme sama Band UNGU yang ngelebihin Slanker-Slanker di penjuru Indonesia manapun. Kalau masalah gaul dia dah yang nomer satu. Masalah cewek, gadget, band, radio, tempat nongkrong, friendster, dan hal-hal yang bakal gaul kalo lu tau, dia itu yang paling hapal. Rumahnya jadi tempat nongkrong R460TIS yang paling enak. Satu hal yang harus lu inget: Jangan pernah ngatain dia Banci, nanti umur lu bisa abis. *Kabur*


GILANG Wahyu

Homo sapiens dengan telinga caplang sejauh 14 kilometer ini adalah Tsubasa-nya SMP gue. Kalo lu ngajak sparing futsal sambil taruhan kunci motor terus lawannya adalah tim yang diperkuat si Gilang ini, maka kemungkinan besar lu bakal pulang naik Angkot. Aslinya si caplang ini adalah murid baik-baik dan pendiem. Buang air pun masih disiram. Tapi entah kenapa, semenjak sering sebangku sama Robbie, kelakuannya gak beda jauh sama bocah autis. Hidupnya diisi oleh 70% Diam, 25% Ketawa dan 5% Bicara. Walaupun cuma lima persen, tapi kalo sekali ngomong dia ini langsung to the point abis. Basa basi dulu kek gitu ya. si Doi masuk ke Divisi Ngajakin-Ketawa-Tapi-Gak-Tau-Yang-Diketawain-Itu-Apa.

Khaerul ANAM

Oke itu gue. Sebenernya gue juga gak bisa mendefinisikan diri gue sendiri dan apa peran gue disini kalo dari sudut pandang gue. Ya, karena gue bakal menceritakan tim (Gue lebih suka menyebut Tim daripada Geng) ini menurut sudut pandang orang pertama, yaitu Gue.








Masa SMP gue dihabiskan di Sekolah bernama Gema Nurani yang jaraknya gak terlalu jauh dari rumah gue. Waktu masih kelas 1 SMP, sebagian besar waktu gue, gue habiskan buat belajar. Itu yang membuat gue ketinggalan gaul. Tiap hari di depan buku, papan tulis dan komputer. Yang berefek gue jadi lumayan pinter nghehehehe... Karena kelebihan gue itu, gue dimanfaatin temen-temen gue kalau udah menyangkut soal PR dan Tugas. Buku gue udah jadi kayak bantuan beras di daerah Afrika. Langsung diperebutkan oleh makhluk-makhluk malas yang punya alasan bervariasi. Di antara makhluk-makhluk tersebut ada si Robbie, Gilang dan Oggy. Dan dari sinilah timeline R460TIS dimulai.

Sebenernya gue udah mengenal tiga orang kacau ini dari SD (karena gue juga satu sekolahan sama mereka) tapi waktu itu gue gak terlalu akrab. Cuma tau nama sama kelaminnya doang. Seiring berjalan waktu, akhirnya dari Dimanfaatin-Kalau-ada-Tugas-dan-PR akhirnya beranjak ke level yang lebih tinggi yaitu; Kalau-Ada-Tugas-Kelompok-Gue-Selalu-Diajakin-Sekelompok-Dan-Gue-Yang-Ngerjain-Semuanya.

Selalu ada hikmah dibalik pengorbanan
Mungkin bagi sebagian orang, gue cuma terlihat seperti dimanfaatin aja kepinterannya. Tapi dibalik semua itu, gue jadi tau makna dari "Teman" yang sebenernya. Saling melengkapi. Yap! Gue melengkapi kebutuhan akademis tiga mahluk astral ini dan mereka juga melengkapi kebutuhan sosial gue. Lewat mereka, gue jadi tau gimana caranya hidup di tengah masyarakat yang kompleks ini. Dalam arti lebih simpel yaitu, Puber. Karena hampir selalu ketemu di luar dan di dalem sekolah, lama kelamaan kami jadi makin akrab (Gak! Kami gak homo). Dari yang awalnya "Temen" dalam waktu kurang dari satu tahun langsung meningkat ke "Sahabat".

Strike!! Entah seberuntung apa kami di tahun ajaran 2007/2008, kami kembali sekelas. Waktu itu adalah kelas 2 SMP masa-masanya gila-gilaan (Sama seperti kelas 2 SMA). Waktu itu, sekolah gue lagi trend bikin jaket sendiri. Akhirnya, tim gue juga pengen bikin jaket versi sendiri. Di saat sedang proses pengerjaan desain jaket, akhirnya kami masuk ke kendala paling mendasar dan penting, yaitu 'Nama'.

JANGAN DIBACA!!!
Waktu itu Alay belum diciptakan. Jadi SMS dengan gabungan angka-huruf besar-huruf kecil yang bikin mata jadi ambeyen pun gak masalah. Dipilihlah R (Robbie), A (Anam), G (Gilang) O (Oggy) dan tambahaan Autis dibelakangnya. Yang kalau dibikin versi plat motornya: R460TIS (Robbie-Anam-Gilang-Oggy-Autis). Entah ada berapa pembaca Blog gue yang mau muntah setelah melihat nama itu, tapi gue sangat bangga punya nama unik dan memalukan kayak gitu.

Setelah namanya sudah berhasil diciptakan. Beranjak ke produksi jaketnya. Hampir selama seminggu penuh kami bolak-balik ke tempat pembuatan jaketnya (Untungnya lagi libur Semester). Dengan harga 75 Ribu Rupiah, jaket warna hitam dengan model yang simpel jadi dengan keren. Bayangkan, jaket itu dibuat sekitar 4 tahun yang lalu dan sampai sekarangpun gue masih sering memakai jaket tersebut. Itulah bukti R460TIS sangat berharga bagi hidup gue.

Hasil penggerebekan Taman Lawang
Keburuntungan yang dahsyat itu kembali terulang. Kami kembali sekelas di kelas 3 SMP yang saat itu lagi deg-degan menyambut Ujian Nasional. Walaupun kami ini adalah Tim sehidup-semati, tapi kami gak kayak geng-geng yang menutup pergaulan sama temen-temen lainnya di sekolahan. Si Robbie bahkan bikin band sama anak-anak paling kacau di kelas, Good Boy. Walaupun Band-nya sukses dicekal sama Walas gue. Si Oggy juga gaul banget sama anak-anak ceweknya. Itu yang bikin gue kadang-kadang iri, kenapa ya gue kaku banget kalo soal cewek. Terus si Gilang sama tim futsalnya yang sukses jadi langganan Dream Team-nya Gema Nurani. Gue pun juga punya Tim tongkrongan baru bernama Sanday (Mungkin bakal gue ceritakan di postingan gue yang lain) yang hilir-mudik jalan-jalan kemana aja. Yap! R460TIS bukan geng apalagi Boyband. Kami adalah persatuan anak muda yang belajar mengenal dunia dengan cara kami sendiri. Kami disatukan oleh sensasi tawa dan eratnya persahabatan.

Robbie dan Gue lagi di Bandung
Gilang, Oggy dan Gue lagi ngantri WC Umum
Di setengah tahun terakhir kami di SMP Gema Nurani (Yang waktu itu lagi sibuk dengan persiapan Ujian Nasional), R460TIS diliputi berbagai kabar perpisahan. Si Oggy ternyata akan meneruskan SMA-nya di Jogja. Si Gilang juga mau ngelanjutin SMA-nya di Jakarta. Si Robbie yang rumahnya jadi tongkrongan favorit R460TIS pun harus pindah. Mungkin cuma gue yang masih orijinal dari segi tempat tinggal. Karena itu, sisa enam bulan ini sangatlah berarti. Bagaimana kami harus mengakhiri kisah seru dan tidak patut dicontoh ini.

Mulai dari telanjang rame-rame, jalan-jalan bareng, saling traktir pas ulang tahun, siram-siraman air wudhu, gangguin pas solat Dhuha, robek-robekan celana, nginep di rumah yang kosong, saling curhat, ngebajak Friendster, ngerusakin motor, bakar-bakaran Ijazah, sampai saling berebutan nomer hape cewek yang sama. Itu adalah masa-masa yang paling mustahil untuk dilupakan. Benar-benar mustahil!

Graduation
Itu adalah kisah tiga tahun lalu. Bagaimana dengan sekarang? Nghahaha janji "Untuk Tetap Berkomunikasi" itu sukses kami pertahankan. Walaupun jarang ketemu face-to-face langsung, tapi kami merasa masih sangat dekat. Terlihat tapi tak terlihat. Walaupun jaket yang kami bikin itu sudah pada bertransformasi jadi lap pel, makanan ikan, tutup bensin motor dan bahan baku utama deodoran ular kobra, tapi R460TIS bernilai lebih dari jaket seharga 75 ribu, lebih dari sebuah tulisan di Blog yang sepi pengunjung, lebih dari kumpulan foto-foto di Friendster dan Facebook, lebih dari bekas luka-luka di tubuh yang dulu tiap hari kami buat. R460TIS itu adalah Ikatan. Tak ternilai dan tak memiliki batas kadaluarsa.

Kami hanya butuh waktu. Sedikit waktu lagi untuk bertemu kembali dan mengguncang dunia ini. Kami hanyalah empat orang kecil di antara delapan milyar umat manusia. Tak ada membuat kami lebih spesial, hanya genggaman tangan dan melodi tawa yang berhasil membuat R460TIS serasa berempat saja di Tata Surya ini. Farewell, Autis...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar